Keajaiban hati
Keterangan Bibliografi
| Penerbit | : Khatulistiwa Pess |
| Pengarang | : Imam Al-Ghazali |
| Kota terbit | : Jakarta |
| Tahun terbit | : 2018 |
| ISBN | : 978-602-99199-0-5 |
| Subyek | : Iman |
| Klasifikasi | : 2X3.1 Ima k |
| Bahasa | : Bahasa Indonesia |
| Edisi | : |
| Halaman | : ix + 210 hlm.; 20 cm |
| Lokasi | : 200 |
| Pustaka Pilihan | : |
Jenis Koleksi Pustaka
Buku
Abstraksi
Seorang manusia takkan mampu mengenal tuhannya (makrifatullah) bila mengenal dirinya sendiri,dan ia takkan mampu mengenal dirinya bila mengenal hatinya.Sayang,kebanyakan manusia tidak mampu mengenal hati dan dirinya.Ada hijab tebal menutupi hati sehingga terhalang dari musyahadah (penyiksaan),muraqabah (mendekati) dan mengenal sifat-sifat-nya.
Melalui buku ini, ulama dan sufi besar Imam al-Ghazali (1058-1111 M) menerangkan seluk-beluk hati, yang perannya amat sentral dalam diri manusia itu. Ia mengurai keajaiban sifat-sifat dan perilaku hati, yang berporos pada makna empat kata inti; al-qaib (hati), ar-Ruh (jiwa), an-nafs (nafsu), dan al-aql (akal). Menurutnya, mengenal hati dan sifat-sifatnya merupakan pokok agama dan pedoman bagi para salikin (orang-orang yang berjalan menuju Allah). Dengan mengetahui sifat-sifat hati dan perilakunya, kita akan lebih mudah mengenal hati kita.
Mengenal hati berarti pula mengenal pasukan yang menjaga hati itu dari serangan musuh, yaitu setan. Hati itu ibarat benteng, dan setan adalah musuh yang terus menyerang dan bertujuan menguasai benteng itu. Selain menyiapkan tentara yang kuat, baik lahiriyah maupun batinyah, setiap mukmin juga harus menjaga pintu-pintu benteng (hati)-nya, bahkan semua celah dan lobang yang ada, agar tak dimasukin oleh bala tentara setan. Untuk itu, ia lebih dulu harus mengenali letak pintu-pintu benteng itu.
Inventaris
| # | Inventaris | Dapat dipinjam | Status Ada |
| 1 | 887/P1/2019.c1 | Ya | |
| 2 | 888/P1/2019.c2 | Ya |